Tuesday, June 13, 2017


Dampak Buruk Kehamilan Barak Dekat Bagi Ibu dan Janin


Normal saja apabila beberapa pasangan menyegerakan untuk mendapatkan momongan lagi setelah kelahiran anak pertama. Meskipun begitu, penting sekali bagi orangtua untuk mengatur jarak kehamilan agar terhindar dari resiko yang buruk.


Untuk menuurunkan resiko yang terjadi saat kehamilan, kelahiran maupun gangguan proses timbuh kembang anak, maka anjuran jarak antar kelahiran adalah 24 bulan dan maksimal 5 tahun setelah kehamilan terakhir. WHO meyatakan bahwa waktu yang paling ideal untuk jarak kehamilan yaitu 3 tahun. Dengan begitu, ibu dapat memberikan ASI eksklusif pada anak yang lahir sebelumnya dan menjamin kecukupan gizinya dengan pemberian ASI. Selain itu, ibu juga dapat mempersiapkan tubuh kembali terjadinya kehamilan dengan status gizi yang baik yang dapat mempengaruhi kehamilan.

Berikut adalah dampak buruk akibat kehamilan jarak dekat!

Bagi Ibu :


  • Ibu tidak dapat memberikan ASI eksklusif pada anak. 

Padahal ASI merupakan makanan yang paling baik Untuk bayi yang baru lahir. Antara lain ASI berfungsi sebagai :

  1. Sistem kekebalan tubuh bayi lebih kuat. Air susu ibu mengandung zat antibodi yang bisa membantunya melawan segala bakteri dan virus.
  2. Meningkatkan kecerdasan anak. Menurut para ahli, asam lemak yang terdapat pada air susu ibu memiliki peranan penting bagi kecerdasan otak bayi. Selain itu, hubungan emosional antara Anda dan Si Kecil yang terjadi selama proses menyusui  mungkin turut memberi kontribusi.
  3. Berat badan ideal.
  4. Tulang bayi lebih kuat.
  5. Mendapat limpahan kolesterol
  6. Mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak saat dia tidur.
  7. Mengurangi resiko terkena berbagai macam penyakit kronis dan lain-lain.

  • Meningkatkan risiko perdarahan dan kematian saat melahirkan

Penelitian menunjukan bahwa jarak antar-kehamilan yang kurang dari 12 bulan dapat meningkatkan resiko kematian pada ibu . Selain itu, penelitian juga menyebutkan bahwa kematian pada ibu dapat disebabakan karena terjadinya pendaraha pasca melahirkan. Rahim ibu yang jarak kehamilannya terlalu dekat belum siap untuk menampung dan menjadi tempat tumbuh kembangnya janin yang baru.

Bagi Janin :


  • Resiko berat bada yang rendah dan kelahiran prematur

4 juta bayi meinggal setiap tahunya akibat lahir prematur salah satunya akibat dari jarak kehamilan yang terlalu dekat. Selain itu menurut laporan yang didapatkan oleh journal of the America Assosiation mengatakan bahwa ibu yang hamil kembali setelah 6 bulan kerlahiran sebelumnya dapat meningkatkan 40% resiko melahirkan anak prematur dan 61% meningkatkan resiko anak lahir dengan berat badan redah.


  • Kelahiran mati atau cacat 

kematian dan cacat saat kelahiran disebabkan oleh rahim dan fungsi tubuh ibu yang belum mampu untuk menunjang kehidupan janin. Tubuh tidak dapat memberikan pasokan makanan dan mempersiapkan janin secara maksimal pada saat janin tumbuh dan berkembang.

No comments:

Post a Comment