Tuesday, June 13, 2017

Gejala dan Pegobatan Hamil Anggur

Hamil anggur adalah kehamilan yang gagal, dimana terjadi kelainan pada proses perkembangan sel telur stelah dibahi. Sel-sel telur dan plasenta yang tidak mampu berkembang ini akan membentuk sekumpulan kista yang berbentuk menyerupai anggur putih.

Gejala-Gejala Hamil Anggur

Gejala hamil anggur secara umum mungkin sulit untuk dideteksi dari luar dan harus melalui pemeriksaan yang lebih intensif. Akan tetapi ternya pertanda atau gejala itu bisa dirasakan oleh wanita yang mengalaminya, meskipun sebagian besar orang tidak menganggap hal tersebut sebagai gejala hamil anggur. Berikut gejala yang umum dialami :

  • Mual dan muntah yang parah
  • Nyeri pada tulang punggung
  • Keluar kista berbentuk anggur dari vagina
  • Anemia
  • Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam ovarium
  • Hipertiroidisme atau kelenjar tiroid overaktif adalah kondisi terlalu banyaknya hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid di dalam tubuh. Kondisi ini akan menyebabkan gangguan pada metabolisme tubuh.
  • Preeklamasia adalah kondisi dimana  tekanan darah tinggi serta protein di urine pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu.
  • Pendarahan pada vagina
  • Keluar kista berbentuk anggur dari vagina.


Pengobatan Hamil Anggur

Fenomena yang juga disebut dengan nama mola hidatidosa ini jika tak kunjung terdeteksi dan diobati, maka bisa jadi akan berkembang menjadi tumor yang sangat berbahaya. Berikut adalah beberapa langkah penanganan yang biasa dan umum dilakukan dokter.

Tindakan operasi pengangkatan jaringan abnormal pada hamil anggur merupakan penaganganan utama.  Langkah-langkah utuk melakukan prosedur ini adalah :

  • Kuret
  • Histerektomi atau pengangkatan rahim. Ini dilakukan apabila pasien tidak ingin memiliki kerutnan lagi.

  • Pemeriksaan hormon HCG.Setelah menjalani operasi dilakuakn pemeriksaan hormon HCG tiap 2 minggu sekali selama setengah tahun atau 1 tahun untuk memastikan tidak ada sel-sel abnormal yang kembali tumbuh dan memantau gejala-gejala dari penyakit trofoblastik. Selama pemantauan ini pasien dianjurkan untuk menunda kehamilan sementara.

  • Kemoterapi. Jika ternyata pasien terindikasi penyakit trofoblastik maka pasien membutuhkan pengobatan kemoterapi. Umumnya pasien yang menjalani kemoterapi akan mengalami siklus menstruasi kembali dalam waktu setengah tahun setelah pengobatan selesai.




No comments:

Post a Comment